February 24, 2026

Suplemen Herbal Kesehatan

Produk Suplemen Herbal

Jual Sago Mee Bangka

Jual Sago Mee Bangka

Jual Sago Mee Bangka
Jual Sago Mee Bangka

Jual Sago Mee Bangka

“Sago Mee merupakan wujud nyata dari ekosistem inovasi, bersama-sama dengan seluruh stakeholders mengawal inovasi teknologi, yang memberikan nilai tambah suatu komoditas, sampai kepada masyarakat,” kata Hammam.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog berperan sebagai promotor dan fasilitator produk Sago Mee beserta olahan sagu lainnya untuk mendukung program diversifikasi pangan demi terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia.

“Dengan kekuatan pada jaringan hilir yang dikuasai Bulog, diperkuat jaringan penjualan penugasan PSO, serta jaringan komersial, akan mempermudah kami dalam melakukan penyebaran Sago Mee ke seluruh Indonesia,” terangnya

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara BPPT, Perum Bulog, dan Industri dalam menghadirkan inovasi Sago Mee, Dirinya berpesan untuk melanjutkan program pangan sehat lainnya, khususnya sagu untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Komoditas sagu sudah dimasukkan dalam RPJMN 2020-2024. Pemerintah memandang sagu sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional, terutama menghadapi krisis pangan yang diprediksi oleh FAO,” terang Menteri Agus.

Dalam rangka komitmen penguatan pangan sagu pada acara Pekan Sagu Nasional ini, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bulog dengan BPPT mengenai komitmen pengembangan dan penerapan teknologi untuk pengelolaan pangan lokal. Distributor Sago Mee Ditangerang

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini adalah bersama-sama melakukan pengembangan, dan penerapan teknologi, yang meliputi namun tidak terbatas pada :

Pengelolaan Agribisnis dan Agro Industri berbasis sumberdaya pangan lokal, secara efektif, efisien dan berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Agribusiness Project;
Pencanangan dan pengembangan ekosistem model klaster pangan mandiri berbasis sumberdaya pangan lokal;
Pengelolaan sumberdaya pangan lokal dan diversifikasi produk turunannya;
Rancang bangun industri tepung yang berasal dari sumberdaya pangan lokal dan produk turunannya; dan Sosialisasi, edukasi dan promosi pangan lokal serta produk turunannya.

 

Jual Sago Mee Bangka
Jual Sago Mee Bangka

Selain nasi, sagu juga bisa digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk dimakan bersama lauk pauk lainnya.

Kini olahan sagu sudah dikemas jadi lebih modern, salah satunya produk UMKM Sagoo Mee yang sudah bisa dibeli secara online di marketplace, tanpa harus keluar rumah di masa pandemi.

 

Sagoo Mee adalah produk mi instan yang terbuat dari sagu dalam kemasan, yang mudah dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas.

 

Selaiknya mi instan, Sago Mee juga memiliki aneka varian rasa seperti ayam bawang, laksa bangka, maupun mi goreng dengan kemasan 70 gram.

 

Produk ini diklaim bebas gluten, rendah Glycemic Index (GI), non Genetyc Modified Organism (GMO) dan tinggi serat. Per satu porsi atau satu cup Sagoo Mee dihargai Rp10 ribu.

 

“Dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat, produk-produk seperti ini pasti akan semakin berkembang, bahkan hingga menembus pasar ekspor seperti produk mi berbahan terigu” ujar Yasid Taufik, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP dalam siaran pers yang diterima.

Produk Sagoo Mee juga mudah ditemukan di Pasar Mitra Tani (PMT) yang telah memiliki stand khusus Pangan Lokal. Tidak hanya sagu, di PMT juga menjual aneka ragam pangan lokal baik dalam bentuk bahan baku, setengah jadi, maupun olahan.

 

Sagu menjadi salah satu komoditas pangan lokal yang menjadi fokus diversifikasi pangan lokal yang digencarkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya.

 

Selain sagu, terdapat lima komoditas pangan lain yaitu singkong, talas, kentang, jagung, dan pisang. Enam komoditas ini menjadi pangan lokal yang didorong baik dari sisi peningkatan produksi, penguatan akses hingga perbaikan pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

 

Salah satu produk pangan yang mudah ditemukan di marketplace adalah Sagoo Mee. Bahkan mie berbahan baku sagu ini sangat digemari segala kalangan. Sagoo Mee merupakan produk mi instan dari sagu dalam kemasan yang mudah dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas.

 

Produk Sagoo Mee juga mudah ditemukan di Pasar Mitra Tani (PMT) yang telah memiliki stand khusus Pangan Lokal. Tidak hanya sagu, di PMT juga menjual aneka ragam pangan lokal baik dalam bentuk bahan baku, setengah jadi, maupun olahan.

 

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi ketika berada di pojok pangan lokal PMT Bogor beberapa waktu lalu juga sudah mencoba Sagoo Mee ini. Dia mengakui, produk pangan ini sangat enak dan cocok untuk pengganti nasi. “Rasanya enak, saya sudah beberapa kali makan, dengan mengonsumsi ini kita bisa kenyang, dan tidak perlu nasi,” ujar Agung.

 

Sago Mee berbahan baku sagu namun memiliki aneka varian rasa seperti ayam bawang, laksa bangka, maupun mie goreng dengan kemasan 70gr. Produk ini diklaim bebas gluten, rendah Glycemic Index (GI), non Genetyc Modified Organism (GMO) dan tinggi serat.

 

“Dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat, produk-produk seperti ini pasti akan semakin berkembang, bahkan hingga menembus pasar ekspor seperti produk mi berbahan terigu,” tambah Yasid Taufik Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP.

 

Sagu menjadi salah satu komoditas pangan lokal yang menjadi fokus diversifikasi pangan lokal yang digencarkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya. Selain sagu, terdapat lima komoditas pangan lain yaitu singkong, talas, kentang, jagung, dan pisang. Enam komoditas ini menjadi pangan lokal yang didorong baik dari sisi peningkatan produksi, penguatan akses hingga perbaikan pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

 

Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi kami

TERIMA KASIH | Newsphere by AF themes.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.