June 20, 2021

Bisnis Simpel Abad 21

Sehat dan Sejahtera

Neurodial Untuk Anak – Anak

3 min read

Neurodial Untuk Anak – Anak

Neurodial Untuk Anak - Anak
Neurodial Untuk Anak – Anak

Neurodial Untuk Anak – Anak

ADHD atau Attention-deficit hyperactivity disorder, adalah gangguan jangka panjang yang menyerang anak-anak, yang ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, dan kurangnya perhatian. Meskipun ADHD umumnya menyerang pada masa kanak-kanak, gejala yang ditimbulkan dapat menetap hingga masa remaja dan dewasa.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Ikuti ’Kupas Tuntas ADHD!’

Dibawakan oleh
dr. Maria Irene Hendrata, SpKJ
(Psychiatrist & Consultant)

 

 

Anak Sulit untuk Diam? Memiliki Kecenderungan Hiperaktif dan Susah Fokus?

Saat anak memasuki periode usia tumbuh kembang, pastilah sebagai orang tua menginginkan mereka dapat melewatinya dengan optimal. Namun, kadang ada suatu kondisi khusus yang menyebabkan perkembangan anak berbeda dengan anak seusianya, tapi cenderung diabaikan/ tak disadari oleh orang tua.

Orang tua senang jika anaknya aktif baik saat bermain, belajar dan bersosialisasi dengan sekitar, Namun perlu diingat, jika sudah mencapai kondisi atau keadaan dimana aktivitas tinggi ini melebihi batasan yang seharusnya dan mulai menimbulkan dampak yang kurang baik seperti anak sulit untuk dikontrol, tidak bisa fokus dengan hal yang dikerjakannya, maka sebagai oranga tua, Anda perlu waspada dan mulai mempertimbangkan untuk mengevaluasi si Anak.

ADHD (Attention Deficit Hiperacitvity Disorder) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas merupakan salah satu kondisi yang memiliki ciri/gejala seperti di atas. Untuk lebih jelasnya, Unihealth menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Kupas Tuntas ADHD! bersama dengan pakarnya, yaitu dr Maria Irene Hendrata, SpKJ.

Bagi Anda yang terlewatkan untuk mengikuti webinar siang ini, Yuk simak summary berikut⤵️⤵️⤵️

 

Neurodial Untuk Anak - Anak
Neurodial Untuk Anak – Anak

APA ITU ADHD?

ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah atau hubungannya dengan lingkungan sekitar.

ADHD juga biasa disebut dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), atau nama lainnya adalah Gangguan Hiperkinetik.

Tipe ADHD
Terdapat 3 jenis ADHD, yaitu:
1) Inatensi 🤔🧠
Sering disebut dengan Attention Deficit Disorder (ADD), dimana ciri yang ditimbulkan adalah anak sulit untuk fokus.

2) Hiperaktif-Impulsif 🏃🏃‍♀️
Anak menunjukkan aktivitas yang berlebihan dan sering merespon suatu hal atau kejadian dengan impulsif atau merespon cepat tanpa berpikir terlebih dahulu.

3) Kombinasi 🤔🏃
Anak menunjukkan ciri gabungan dari perilaku inatensi dan Hiperaktif-impulsif.

 

Neurodial Untuk Anak - Anak
Neurodial Untuk Anak – Anak

 

Apa saja Gejala dari ADHD?

Inatensi 🤔
-Gagal memberi perhatian penuh untuk hal yg rinci atau membuat kesalahan ceroboh pada pekerjaan sekolah, kerja atau aktivitas lain.
-Sulit mempertahankan perhatian
-Sering seperti tidak mendengarkan ketika diajak bicara
-Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas.
-Perhatian mudah beralih.

Hiperaktivitas🏃‍♀️
-Sering menggerak-gerakkan tangan dan kaki atau bergoyang-goyang di kursi.
-Sering meninggalkan tempat duduk di kelas
-Berlari-lari atau memanjat berlebihan.
-Sulit bermain atau melakukan kegiatan tanpa menimbulkan suara bising.
-Sering “sibuk” atau sering terlihat seakan-akan dikendalikan oleh sebuah mesin
-Bicara berlebihan

Impulsivitas
-Menjawab sebelum pertanyaan selesai diucapkan.
-Sulit menunggu giliran.
-Sering menginterupsi atau mengganggu orang lain.

BAGAIMANA KRITERIA DARI GEJALA ADHD?
📌Gejala menetap minimal 6 bulan
📌Muncul sebelum usia 7 tahun
📌Gejala ditemukan pada minimal 2 lingkungan (sekolah, rumah, praktek dokter, tempat kerja)
📌Menimbulkan gangguan bermakna pada fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan.
📌Bukan disebabkan oleh gangguan jiwa lainnya (autisme, skizofrenia, gangguan mood, dll).

Neurodial Untuk Anak - Anak
Neurodial Untuk Anak – Anak

 

Bagaimana Penanganan ADHD?

Prinsipnya: Terapi multimodal
1) Farmakoterapi (obat-obatan):
-psikostimulan : metilfenidat
-Non psikostimulan
2) Terapi remedial
3) Terapi perilaku
4) Terapi neurofeedback, Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
5) Koordinasi antara guru dengan orangtua

Suplemen Phosphatidylserine dapat membantu memperbaiki kondisi dan menyeimbangkan fungsi kerja otak.

 

Neurodial Untuk Anak - Anak
Neurodial Untuk Anak – Anak

 

Phosphatidylserine

Merupakan komponen dasar pembentuk struktur sel pada sel otak dan saraf, dimana suplementasi ini dapat membantu menyeimbangkan dan meningkatkan kerja otak dari struk terdasarnya.

Mekanisme Kerja Phosphatidylserine
PS berperan penting dalam proses transimisi sinyal pada sel otak (neuron) yang diperantarai oleh beberapa protein, penting untuk “neuron survival & differentiation”.

➡️Memperbaiki “Komunikasi Sel” –> Pengiriman sinyal/informasi menjadi baik⬅️

Manfaat Phosphatidylserine
1) Meningkatkan memori/ daya ingat
2) Menurunkan risiko penurunan daya ingat terkait usia
3) Melindungi sel-sel tubuh
4) Memperbaiki mood

 

 

Neurodial = 100 mg Phosphatidyl Serine

Apa saja Keunggulannya?
1) Mengandung Phosphatydyliserine alami 100mg
2) Berasal dari soybean (kedelai)
Bebas dari efek transmisi transmisi sapi gila/Mad cow disease yg dapat terjadi jika PS bersumber dari sapi.
3) Memperkuat daya ingat dan fungsi kognitif
4) Meningkatkan kemampuan menghapal
5) Mengatasi permasalahan alzheimer, pikun, ADHD/ADD, depresi/kecemasan, tekanan darah, dll.
6) Terdaftar BPOM

Berdasarkan Penelitian: 200 anak ADHD diberikan suplemen PS dan Omega 3 selama 15 minggu: penurunan perilaku hiperaktif/impulsif yang signifikan dan perbaikan mood dibanding yang mendapat placebo✅

 

Siapa yang Harus Mengonsumsi Neurodial?

1) Usia diatas 50 tahun:
1-3x sehari 1 kapsul
2) Alzheimer, Pikun (menurunnya fungsi daya ingat):
3x sehari 1 kapsul
3) Anak ADHD, ADD diatas 4 tahun:
1-2x sehari 1 kapsul