Obat Ginjal Bengkak

Obat Ginjal Bengkak

 

Obat Ginjal Bengkak

Pengertian Sakit Ginjal Bengkak

Sakit ginjal atau Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine, di mana urine tidak bisa mengalir dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Penyakit ini bukan penyakit utama, tapi merupakan kondisi sekunder dari penyakit lain yang berkembang dalam tubuh. 

Apabila terdeteksi dan ditangani secepatnya, hidronefrosis jarang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun, jika dibiarkan begitu saja, pembengkakan ginjal ini berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih serta luka parut pada ginjal, sehingga mengarah pada gagal ginjal.

Kondisi ini bisa dialami oleh semua orang dari segala usia, bahkan pada janin yang sedang berkembang dalam kandungan (hidronefrosis antenatal). Penanganan dilakukan untuk menghilangkan yang menghambat aliran urine, baik dengan pemberian obat maupun prosedur operasi. Sumber alodokter.com

Penyebab Ginjal Bengkak

Penumpukan urine jadi penyebab ginjal bengkak
Seperti yang dilansir dari National Kidney Foundation, fungsi utama dari saluran kemih adalah mengalirkan kotoran dan cairan dari tubuh. Nah, saluran kemih ini mempunyai empat bagian, di antaranya:

  • Ginjal
  • Ureter
  • Kandung kemih
  • Uretra

Urine akan terbentuk saat ginjal menyaring darah dan mengeluarkan kotoran dan cairan yang tidak dibutuhkan tubuh. Setelah itu, urine yang terkumpul di ginjal akan mengalir ke ureter dan berakhir di kandung kemih.

Apabila saat mengalirkan urine terjadi penyumbatan, kondisi ini akan menyebabkan hidronefrosis atau ginjal bengkak. Bagian ginjal yang membengkak adalah pelvis ginjal yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya urine.

Selain saluran kemih yang tersumbat, refluks atau kembalinya aliran urine menuju ginjal juga menjadi penyebab ginjal bengkak. Normalnya, urine hanya akan bergerak satu arah. Namun, ketika refluks terjadi, urine akan kembali menuju ginjal sehingga ginjal akan sulit dikosongkan. Akibatnya terjadi pembengkakan. Sakit Ginjal 

Penyebab ginjal bengkak (hidronefrosis) yang lain
Kembalinya cairan urine ke ginjal dan aliran yang tersumbat menjadi penyebab umum dari komplikasi ini. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan adanya penyebab lain dari hidronefrosis.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lain bisa yang membuat ginjal Anda bisa bengkak:

1. Batu ginjal
Batu ginjal juga dapat menyebabkan ginjal Anda membengkak karena batu dapat menghalangi urine menuju ureter. Ketika batu ginjal menghalangi urine yang sedang mengalir ke ureter, urine akan kembali lagi menuju ginjal sehingga terjadilah hidronefrosis.

2. Penyakit ginjal bawaan
Biasanya, orang yang memiliki penyakit ginjal bawaan menderita kelainan pada ginjal mereka, entah itu satu atau kedua ginjalnya. Kondisi ini bisa terjadi karena:

Displasia ginjal atau lahir dengan satu ginjal
Adanya kista pada ginjal
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa ginjal bengkak dapat terjadi karena kelainan ginjal saat lahir, yang bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.

3. Adanya gumpalan darah
Tak hanya di arteri atau vena, gumpalan darah juga dapat terbentuk di ginjal. Munculnya gumpalan darah tersebut bisa menyebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik saat mengeluarkan urine sehingga menyebabkan pembengkakan ginjal.

4. Kehamilan
Ibu hamil ternyata juga berisiko mengalami hidronefrosis atau pembengkakan pada ginjal. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron saat hamil yang memiliki efek tidak langsung terhadap ureter.

Akibat yang muncul adalah penurunan tonus (kemampuan otot untuk tetap berkontraksi) ureter yang menyebabkan aliran urine terganggu.

5. Infeksi saluran kencing
Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan peradangan pada saluran kemih sehingga aliran urine menjadi terganggu. Aliran urine yang terganggu dapat memicu terjadinya refluks urine sehingga menyebabkan hidronefrosis. Sumber hellosehat.com

Gejala Awal Ginjal Bengkak Ini Perlu Diwaspadai

Gejala awal penyakit ginjal Bengkak terkadang tidak benar-benar disadari atau tidak muncul, hingga pada akhirnya fungsi utama ginjal mulai menurun. Penurunan fungsi ginjal biasanya ditandai dengan gejala berupa:

  • Jumlah urine sedikit.
  • Kulit pucat, gatal, dan sangat kering.
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
  • Bengkak di beberapa bagian tubuh, seperti mata dan pergelangan kaki.
  • Terjadinya kram otot, khususnya otot bagian kaki.
  • Napas pendek atau munculnya rasa lelah yang terus menerus.
  • Bau napas tidak enak dan tercium seperti bau urine.
  • Mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika terjadi pada anak-anak, biasanya gejala awal penyakit ginjal meliputi sering mengantuk, nafsu makan berkurang, pertumbuhan lambat dan mudah merasa lelah. Gejala sakit ginjal pada wanita dan pria pun umumnya sama dan tidak jauh berbeda. Sumber alodokter.com

Kapan harus Kedokter ?

Ginjal merupakan organ vital yang perlu dijaga. Betapa tidak, organ satu ini berfungsi untuk menyaring darah, membuang limbah dan racun dari tubuh.
Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal akan menurun. Namun bukan itu saja, faktor gaya hidup pun bisa memengaruhi kesehatan ginjal.

Berikut beberapa tanda kondisi ginjal sedang bermasalah yang perlu Anda waspadai dilansir dari timesofindia.

1. Tekanan darah tinggi

Ginjal dan pembuluh darah saling terhubung sehingga tekanan darah tinggi bisa berdampak negatif pada ginjal.

Tekanan darah bisa merusak pembuluh darah di ginjal, yang mengurangi kinerjanya. Pembuluh darah akan terluka dan lemah ketika meregang untuk memudahkan aliran darah.

Luka dapat terjadi di pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk ginjal. Setelah pembuluh darah di ginjal rusak, kemungkinan ginjal akan berhenti mengeluarkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh.

Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi menjadi penyebab kedua yang paling umum dari gagal ginjal.

2. Intensitas buang air kecil

Terlalu sering atau terlalu jarang buang air kecil bukanlah hal yang bagus. Sebab, saat saringan ginjal rusak bisa menyebabkan keinginan buang air kecil meningkat.

Sebaliknya, terlalu sedikit buang ait kecil bisa menjadi tanda obstruksi saluran kemih atau batu ginjal.

3. Kemampuan konsentrasi berkurang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Temple University, penurunan kemampuan kognitif atau kesulitan menghafal salah satunya bisa disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal.

Hal ini karena penurunan fungsi ginjal yang menyebabkan penumpukan racun dan kotoran di dalam darah. Pada akhirnya akan membuat Anda merasa lelah, lemah, dan kurang berkonsentrasi. Lebih parahnya, gagal ginjal bisa menyebabkan adanya penumpukan racun di otak.

4. Kaki dan tangan membengkak

Apakah kaki dan tangan Anda sering membengkak? Jika iya, segera periksakan ke dokter karena hal ini mungkin berkaitan dengan ginjal.

Gangguan pada fungsi ginjal bisa menyebabkan retensi natrium dalam tubuh, yang seharusnya dikeluarkan melalui saluran kemih. Retensi natrium tersebut yang menyebabkan terjadinya pembengkakan di tangan dan kaki.

5. Ada darah dalam urine

Ginjal biasanya akan menghentikan sel-sel darah agar tak mengalir ke luar saat menyaring limbah dari darah. Ketika ginjal rusak, sel-sel darah akan bocor ke urine.

Bukan hanya masalah ginjal, darah dalam urine bisa juga disebabkan oleh tumor, batu ginjal, atau infeksi lainnya.

6. Nyeri punggung bagian bawah dan kram otot

Jika Anda sering merasakan sakit di punggung bagian bawah, biasanya di samping, bisa disebabkan oleh masalah pada ginjal.

Umumnya, infeksi saluran kemih, batu ginjal, cedera bisa menyebabkan rasa sakit tersebut. Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubun seperti kadar kalsium yang rendah juga bisa menjadi penyebab kram otot.

7. Sulit tidur

Sulit tidur bisa menandakan masalah kesehatan tertentu, salah satunya pada ginjal. Jika ginjal tidak bisa menyaring racun dari tubuh dengan benar, hal ini bisa menganggu tidur.

Sleep apnea lebih umum terjadi pada mereka yang menderita penyakit ginjal kronis.

 

Begini Cara Tepat untuk Diagnosis Penyakit Hidronefrosis

Hidronefrosis
Saat terjadi ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine, kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis. Akibatnya, urine tidak bisa mengalir dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu ginjal, namun bisa terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Selain itu, penyakit ini bukan penyakit utama, tapi merupakan kondisi sekunder dari penyakit lain yang berkembang dalam tubuh.

Urine seharusnya mengalir melewati saluran kemih dengan lancar. Namun saat muncul sumbatan, aliran urine menekan dinding sekitarnya dan menyebabkan ginjal membengkak. Ginjal dapat terisi penuh oleh urine, sehingga menekan organ lainnya di sekitarnya. Jika tidak segera dilakukan pengobatan, tekanan ini menyebabkan gagal ginjal. Saat kondisinya masih tergolong ringan, gejala yang terjadi antara lain sering bolak-balik buang air kecil dan tidak bisa menahan kencing. Sementara gejala yang lebih parah antara lain:

  • Nyeri perut atau nyeri di sekitar pinggang dekat tulang rusuk bawah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Masih ingin kencing padahal baru saja selesai.
  • Demam.

 

Retensi urine atau urine tidak dapat keluar sama sekali.
Gangguan pada aliran urine meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi saluran kencing (ISK). Itulah kenapa ISK menjadi komplikasi paling umum dari hidronefrosis. Gejalanya antara lain:

  • Urine berkabut.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Sensasi panas saat buang air kecil.
  • Aliran kencing lemah.
  • Sakit punggung.
  • Demam.
  • Menggigil.

ISK yang tidak terobati berkembang menjadi pyelonephritis, atau infeksi ginjal, dan sepsis (infeksi/keracunan darah).

Apa Penyebab Ginjal Bengkak ?

Penyebab paling umum dari hidronefrosis adalah sumbatan pada saluran kencing (ureter), yang biasanya terjadi tiba-tiba. Sumbatan ini biasanya disebabkan oleh batu ginjal. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain, yaitu:

  • Adanya belitan di persimpangan ureteropelvik, ketika ureter bertemu panggul ginjal.
  • Pembesaran prostat pada pria, yang dapat disebabkan prostatitis.
  • Kehamilan.
  • Tumor di dalam ureter atau dekat ureter.
  • Penyempitan saluran kencing, entah karena cedera atau cacat lahir.

 

Ini Cara Mendiagnosis Hidronefrosis

Pada tahap awal pemeriksaan, biasanya dokter memeriksa kondisi pasien dengan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan fisik, termasuk melihat kondisi sistem urine dan merasakan kondisi ginjal dengan menekan perut dan panggul secara perlahan.

Beberapa tes yang dijalankan untuk mendiagnosis hidronefrosis antara lain:

  • Tes darah, untuk mengetahui adanya infeksi.
  • Tes urine, guna melihat adanya darah dalam urine atau infeksi.
  • Urografi intravena, untuk melihat kondisi saluran urine dengan menyuntikkan pewarna khusus dalam aliran darah, yang selanjutnya diamati dengan foto rontgen.
  • Pemindaian ginjal dengan USG atau CT scan, yang menunjukkan gambaran ginjal secara jelas.

Usai Diagnosis Dilakukan, Ini Pengobatan yang Akan Dilakukan

Tujuan utama pengobatan untuk menghilangkan penyumbatan aliran urine. Caranya juga disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan. Jika kondisi ini terjadi pada wanita hamil, janin, atau bayi biasanya tidak memerlukan penanganan. Alasannya, kondisi ini segera membaik saat ibu hamil melahirkan.

Sementara jika pembengkakan ginjal terjadi karena penyumbatan ureter, maka dokter dapat memasang selang untuk melebarkan ureter (stent) dan mengalirkan urine ke kandung kemih, atau saluran nefrostomi yang mengalirkan urine dari ginjal langsung ke luar tubuh. Operasi bisa dilakukan jika penyebabnya adalah batu ginjal atau pembesaran prostat. Sumber halodoc

Obat untuk mengatasi ginjal bengkak

Dalam kasus yang belum terlalu parah, dokter akan meresepkan obat ginjal bengkak seperti:

Obat pereda nyeri

Pembengkakan ginjal biasanya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil yang sangat intens. Nyeri bisa juga muncul di perut dan sekitar pinggang dekat tulang rusuk bagian bawah. Dalam kasus tertentu, hidronefrosis juga bisa menyebabkan demam.

Nah guna meredakan gejala ginjal bengkak yang masih ringan, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri. Misalnya ibuprofen, paracetamol, naproxen, dan lain sebagainya.

Selain dengan resep dokter, ketiga obat tersebut juga mudah ditemukan di apotek atau toko obat. Pastikan dosis obat yang Anda minum sesuai dengan anjuran dari dokter atau aturan pakai yang tertera dalam label kemasan.

Obat antibiotik

Obat ginjal bengkak lainnya yang bisa diresepkan dokter adalah antibiotik. Antibiotik berfungsi untuk melawan, menghancurkan, dan memperlambat pertumbuhan bakteri.

Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi di ginjal atau semakin memburuknya infeksi yang Anda alami. Antibiotik juga bisa mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) yang sering kali terjadi akibat pembengkakan ginjal.

Minum antibiotik sampai habis sesuai instruksi yang diberikan dokter. Menggunakan antibiotik secara asal dapat meningkatkan risiko terjadinya kebal obat sehingga tidak lagi efektif. Kondisi ini justru akan membuat penyakit yang Anda derita sangat mungkin bertambah parah.

Jadi, jangan menambahkan, mengurangi, memperpanjang, atau bahkan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Pilihan pengobatan ginjal bengkak lainnya

Selain dengan obat, ginjal bengkak juga bisa ditangani lewat prosedur medis. Dokter dapat merekomendasikan Anda untuk pasang kateter yang berfungsi melancarkan aliran urin setiap kali buang air kecil.

Pembedahan juga mungkin jadi opsi terbaik untuk mengangkat penyumbatan atau memperbaiki saluran kemih yang terlanjur rusak. Orang yang hanya punya satu ginjal, baru saja menerima cangkok organ, atau punya riwayat penyakit kronis lainnya perlu segera melakukan pembedahan untuk mencegah risiko komplikasi semakin parah.
Sumber hellosehat.com

 

Pengobatan Ginjal Bengkak Dengan Magozai

 

Obat Ginjal Bengkak

 

Intinya, ginjal melakukan perannya dalam menyaring darah dan yang diproses pun tak kurang dari 200 liter darah. Penyakit ginjal bisa saja muncul tanpa dapat terdeteksi dengan cepat dari awal. Ini karena fungsi ginjal yang menurun tak bisa dirasakan secara fisik. Namun untuk bisa mengatasinya, Anda harus lebih dulu tahu akan penyebab ginjal mengecil.

 

Air Hydrogen Obat Penyakit Ginjal Bengkak

 

Obat Ginjal Bengkak

 

Hidrogen dapat mengikat radikal bebas pada darah manusia. Gaya hidup yang buruk membuat darah manusia tercampur lemak dan zat radikal bebas.

Zat-zat itu diikat oleh air hidrogen kemudian dibuang melalui air seni. “Radikal bebas adalah salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis seperti jantung, strok, mengobati penyakit dabetes, dan sebagainya.

Antioksidan hidrogen didapat dari proses elektrolisis air mineral. Ia memberikan solusi untuk mendapatkan antioksidan terbaik dengan kemampuan antioksidatif yang tinggi. Berada pada konsentrasi yang tinggi dan mudah sekali diserap oleh sel tubuh dan sel kulit kita.

Air kaya hidrogen adalah air yang tinggi konsentrasi hidrogen di dalamnya. Air Hidrogen membantu mengikat radikal bebas dalam tubuh yang berbentuk reactive oxygen species (ROS).

Reactive Oxygen diproduksi secara alami dalam tubuh yang diketahui penyebab penuaan, penyakit kronik, masalah kulit, dll

Sifat antioksidan pada iar hidrogen menetralisir radikal bebas yang menjadi sumber utama penyebab timbulnya kanker/tumor.  Air Hyrogen Bisa anda dapat dengan mengkonsumsi Izumio air hydrogen 

Karotenoid Obat Ginjal Bengkak

Obat Ginjal Bengkak

Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Pigmen ini
menghasilkan warna kuning cerah, merah, dan oranye pada tanaman, sayuran, dan buah-buhan.

Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi Anda dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Karotenoid adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker.

Manfaat karotenoid khususnya seringkali dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

Pada kanker kulit, karotenoid dapat dipecah vitamin A, nutrisi yang berperan penting untuk melindungi dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Paparan sinar berlebih dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko terbesar dari perkembangan kanker kulit melasma dan melanoma. Sumber karotenoid atau multikaroten terlengkap bisa di dapat pada produk s lutena

 

Peluang Bisnis Global

Satu-satunya peluang bisnis yang simpel konsep network marketing global. Jaringan referensi tanpa stok produk, tanpa repot login. Pendaftaran Cukup By Phone atau email atau WA.

 

 

Bergabung bersama kami, kami promosikan secara online untuk setiap kota

Sebagai distributor Herbal shop Group Online dari Pasarinternet.co.id

Kami Promosikan Khusus

di 1  halaman

Anda mendapatkan 1 halaman promosi untuk wilayah kota nya.

 

 

Baca juga kumpulan kesaksian konsumen dan Testimoni Ginjal

 

 

 

%d bloggers like this: