Obat Infeksi Ginjal

Obat Infeksi Ginjal

 

Obat Infeksi Ginjal

Pengertian Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal atau pielonefritis terjadi karena berpindahnya bakteri dari kandung kemih ke ginjal, yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Bakteri akan memasuki tubuh manusia melalui kulit yang berada di sekitar uretra, lalu berpindah dari uretra menuju kandung kemih, sebelum akhirnya menginfeksi ginjal. Obat Infeksi Ginjal 

Infeksi ginjal termasuk keluarga infeksi sistem saluran kemih yang disebut infeksi saluran kemih (ISK). Secara umum, infeksi uretra, kandung kemih, dan prostat dikenal sebagai infeksi saluran kemih bagian bawah. Bila infeksi sampai melibatkan ginjal, maka akan terjadi infeksi saluran kemih bagian atas.

Infeksi ginjal atau saluran kencing sangat umum dan dapat mempengaruhi 40% wanita dan 10% pria dalam masa hidupnya. Mereka paling sering terjadi pada wanita berusia di bawah 50 tahun, namun jarang mengenai pria dengan kelompok usia yang sama. Infeksi saluran kemih juga sering terjadi pada anak-anak, dan mungkin sulit untuk didiagnosis karena gejalanya tidak mudah dikenali. Pada anak-anak, infeksi saluran kemih dapat terlihat lebih sering pada anak laki-laki berusia kurang dari 1 tahun dan anak perempuan kurang dari 4 tahun. Obat Infeksi Ginjal 

Secara normal, sebenarnya saluran kencing memiliki cara agar dapat bertahan dari infeksi, yaitu dengan mengeluarkan air seni secara berkala. Proses mengeluarkan air seni ini akan membilas ginjal dan kandung kencing sehingga tak ada kuman yang menginfeksi. Namun bila jumlah kuman terlalu banyak atau proses pengeluaran air seni terganggu, hal ini bisa menyebabkan infeksi ginjal. Sumber doktersehat.com

Penyebab Infeksi Ginjal

Apa Penyebab Infeksi Ginjal?
Biasanya, dimulai dengan infeksi kandung kemih yang menyebar ke ginjal. Bakteri yang disebut E. coli menyebabkan infeksi pada ginjal. Akan tetapi, bakteri lain juga bisa menyebabkan infeksi ginjal.

Merupakan hal yang langka, Anda juga dapat memiliki infeksi yang masuk melalui kulit yang kemudian masuk ke dalam darah, lalu berjalan ke ginjal. Anda juga bisa mendapatkan infeksi setelah operasi ginjal, tetapi itu sangat jarang terjadi.

Siapa yang Terkena Infeksi Ginjal?
Siapa saja bisa terkena infeksi ginjal. Tetapi seperti halnya wanita yang mendapatkan lebih banyak infeksi kandung kemih daripada pria, mereka juga mendapatkan lebih banyak infeksi ginjal. baca juga testimoni obat ginjal

Saluran kencing seorang wanita lebih pendek daripada saluran kencing laki-laki dan lebih dekat ke vagina dan anus, dimana tempat bakteri hidup. Hal itu berarti; lebih mudah bagi bakteri untuk masuk ke uretra wanita, begitu bakteri masuk (itu adalah perjalanan yang lebih pendek ke kandung kemih) dari sana, mereka bisa menyebar ke ginjal.

Wanita hamil bahkan lebih mungkin terkena infeksi kandung kemih karena bayi dapat menekan ureter wanita dan memperlambat aliran urin.

Setiap masalah dalam saluran kemih Anda yang mencegah kencing mengalir ke luar dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena infeksi ginjal, seperti:

  • Penyumbatan di saluran kemih, seperti batu ginjal atau pembesaran prostat
  • Kondisi yang membuat kandung kemih tidak sepenuhnya kosong
  • Masalah struktural dalam saluran kemih, seperti uretra yang terjepit
  • Vesicoureteral reflux (VUR), suatu kondisi di mana kencing mengalir mundur dari kandung kemih menuju ginjal

Anda juga lebih mungkin mendapatkan infeksi ginjal jika Anda memiliki:

  • Kerusakan saraf di kandung kemih Anda
  • Infeksi prostat, yang dikenal sebagai prostatitis
  • Kateter urin, tabung yang mengalir ke uretra dan pembuangan air kecil
  • Sistem kekebalan yang rendah, seperti diabetes tipe 2 Sumber ciputrahospital.com

Kapan Harus Ke dokter ?

Segeralah ke dokter jika mengalami gejala infeksi saluran kemih, seperti rasa sakit dan panas saat buang air kecil, serta urine tampak keruh atau berwarna kemerahan. Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi infeksi ginjal.

Lakukan pemeriksaan kembali ke dokter infeksi saluran kemih sudah diobati namun kondisinya tidak kunjung membaik.

Infeksi ginjal yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi sepsis yang bisa membahayakan nyawa. Segera kunjungi dokter jika muncul gejala-gejala sepsis, seperti jantung berdebar, sesak napas, atau gangguan kesadaran.

Pengguna kateter urine juga berisiko menderita infeksi ginjal, terutama jika kateter tetap perlu dipasang setelah pulang ke rumah. Lakukan kontrol rutin ke dokter untuk mengantisipasi risiko terjadinya infeksi ginjal. Sumber alodokter.com

Diagnosis Infeksi ginjal

Bila ada gejala mengarah ke infeksi ginjal, diperlukan pemeriksaan air seni (urinalisis) di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan urine, dokter akan melihat apakah ditemukan adanya bakteri, darah, nitrit, dan leukosit esterase yang merupakan tanda ada infeksi di ginjal. Selanjutnya, untuk mengetahui jenis kuman yang menyebabkan infeksi ginjal dan pengobatan apa yang tepat diberikan, diperlukan pemeriksaan kultur (biakan) air seni.

Bila infeksi ginjal diduga terjadi karena adanya penyakit lain di saluran kencing, maka terkadang dibutuhkan pemeriksaan USG, CT scan, atau MRI untuk memastikannya.

Penyebab infeksi ginjal

Infeksi ginjal dapat disebabkan oleh bakteri atau virus. Bakteri Eschericia coli atau E. coli merupakan penyebab terseringnya. Secara normal, bakteri ini tinggal di sepanjang usus dan ikut dikeluarkan melalui feses. Bila bakteri tersebut masuk melalui lubang kencing, naik ke kandung kencing dan ginjal, dapat terjadi infeksi di kandung kencing atau infeksi ginjal.

Hal-hal berikut ini menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami infeksi ginjal:

  • Wanita (karena memiliki saluran kencing yang lebih pendek sehingga lebih mudah terinfeksi)
  • Mengalami infeksi kandung kencing
  • Wanita hamil
  • Memiliki penyempitan uretra (struktur uretra) atau pembesaran prostat
  • Mengalami batu ginjal
  • Menderita diabetes
  • Mengalami gangguan dalam mengeluarkan air seni (air seni tidak dapat keluar dengan tuntas/ retensi urine)

Gejala Infeksi ginjal

Gejala infeksi ginjal antara lain berupa:

  • Demam tinggi, sering kali disertai dengan menggigil
  • Nyeri atau rasa pegal-pegal di pinggang
  • Mual dan muntah
  • Buang air kecil berwarna keruh atau merah
  • Buang air kecil berbau

Bila dialami oleh balita atau orang yang berusia 65 tahun ke atas, infeksi ginjal dapat menimbulkan gejala yang berat seperti gangguan kesadaran dan syok (tekanan darah turun di bawah normal). sumber klikdokter.com

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Ginjal?

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena infeksi ginjal dengan menjaga kandung kemih dan uretra agar selalu bersih dan terbebas dari bakteri. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Minum banyak cairan
  • Tidak menahan kencing
  • Pada Perempuan: setelah buang air besar bersihkan dengan cara mengusap dari depan ke belakang (jangan terbalik), karena ini akan membantu mencegah masuknya bakteri yang menyebabkan sistitis dan pielonefritis ke uretra.
  • Selalu buang air kecil setelah “berhubungan” dapat membantu mengusir setiap bakteri yang mungkin terdapat pada uretra.
  • Hindari jenis kontrasepsi diafragma dan busa spermisida.

Bagaimana Pengobatan Infeksi Ginjal Dilakukan?

Pielonefritis yang tidak diobati dapat merusak ginjal dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal bahkan gagal ginjal. Hal ini dapat terjadi baik karena kerusakan infeksi terkait langsung pada ginjal atau karena kerusakan sekunder dari aliran darah yang tidak memadai ke ginjal ketika sepsis terjadi. Untuk itu sangat penting melakukan pengobatan segera.

Gejala-gejala akibat infeksi ginjal akan mulai mengalami perbaikan dalam satu sampai beberapa hari setelah menjalani terapi antibiotik yang efektif. Jika ternyata ada obstruksi atau sumbatan pada saluran kemih, maka prosedur urologi untuk mengusir obstruksi (misalnya karena batu atau kelainan struktural pada saluran kemih) akan diperlukan untuk pengobatan.

Obat infeksi ginjal lain yang diperlukan termasuk analgesik atau obat antinyeri yang berguna untuk meringankan rasa sakit serta demam yang muncul. Dokter akan memilihkan obat antinyeri yang aman untuk ginjal.

Meskipun gejala infeksi ginjal telah menghilang dalam beberapa hari, namun penggunaan antibiotik harus tetap diteruskan hingga tuntas, biasanya memerlukan waktu dua minggu atau lebih. Hal ini penting untuk benar-benar dapat mengusir bakteri dari ginjal dan mencegah kekambuhan.

Pengobatan yang tidak tuntas juga bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pada kondisi ini bakteri menjadi kebal terhadap obat yang pernah diberikan sebelumnya. Jika hal ini terjadi, maka diperlukan atibiotik lain yang lebih ampuh atau masih sensitif tehadap bakteri (biasanya lebih mahal). Untuk itu diperlukan kultur urin dan darah untuk dapat dilakukan tes sensitivitas bakteri terhadap antibiotik. sumber honestdocs.id

Pengobatan Infeksi Ginjal

Pengobatan infeksi ginjal yang paling utama adalah pemberian antibiotik. Antibiotik yang umumnya diberikan adalah ciprofloxacin atau levofloxacin. Khusus untuk wanita hamil, antibiotik yang diberikan adalah cephalexin.

Untuk meredakan rasa sakit dan demam, dokter biasanya akan memberikan paracetamol. Selain itu, agar pemulihan dapat berlangsung dengan baik dan cepat, lakukanlah beberapa hal berikut ini di rumah:

Perbanyak minum air putih untuk membuang bakteri dari ginjal, serta untuk mencegah dehidrasi.
Gunakan bantal hangat pada perut, punggung, atau pinggang untuk mengurangi rasa nyeri.
Khusus pasien wanita, jangan buang air kecil dalam posisi jongkok, melainkan dalam posisi duduk di atas toilet, agar pengosongan kandung kemih lebih baik.
Istirahat yang cukup.
Rawat inap di rumah sakit

Terkadang diperlukan rawat inap di rumah sakit untuk menangani infeksi ginjal. Dokter akan merekomendasikan rawat inap jika:

  • Infeksi ginjal terjadi pada anak-anak.
  • Infeksi ginjal sangat parah dan memerlukan pemberian antibiotik melalui infus.
  • Infeksi ginjal muncul kembali (kambuh).
  • Infeksi ginjal terjadi pada pria, karena kondisi ini jarang sekali terjadi pada pria. Pemeriksaan di rumah sakit diperlukan untuk mengetahui penyebab infeksi.

Selain beberapa kondisi di atas, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan apabila:

  • Kondisi tidak membaik dalam waktu satu hari setelah mengonsumsi antibiotik.
  • Tidak bisa menelan makanan, minuman, dan obat-obatan.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Sedang hamil dan mengalami demam di atas 39⁰C.
  • Berusia pasien di atas 65 tahun.
  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit liver.
  • Mengalami nyeri yang parah pada pinggang atau perut.
  • Mengalami gejala-gejala sepsis. Sumber alodokter.com


Obat Infeksi Ginjal Dengan Magozai

 

Obat Infeksi Ginjal


Intinya, ginjal melakukan perannya dalam menyaring darah dan yang diproses pun tak kurang dari 200 liter darah. Penyakit ginjal bisa saja muncul tanpa dapat terdeteksi dengan cepat dari awal. Ini karena fungsi ginjal yang menurun tak bisa dirasakan secara fisik. Namun untuk bisa mengatasinya, Anda harus lebih dulu tahu akan penyebab ginjal mengecil. Obat infeksi Ginjal


Air Hydrogen Obat Infeksi Ginjal 

 

Obat Infeksi Ginjal

 

Hidrogen dapat mengikat radikal bebas pada darah manusia. Gaya hidup yang buruk membuat darah manusia tercampur lemak dan zat radikal bebas.

Zat-zat itu diikat oleh air hidrogen kemudian dibuang melalui air seni. “Radikal bebas adalah salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis seperti jantung, strok, mengobati penyakit dabetes, dan sebagainya.

Antioksidan hidrogen didapat dari proses elektrolisis air mineral. Ia memberikan solusi untuk mendapatkan antioksidan terbaik dengan kemampuan antioksidatif yang tinggi. Berada pada konsentrasi yang tinggi dan mudah sekali diserap oleh sel tubuh dan sel kulit kita.

Air kaya hidrogen adalah air yang tinggi konsentrasi hidrogen di dalamnya. Air Hidrogen membantu mengikat radikal bebas dalam tubuh yang berbentuk reactive oxygen species (ROS).

Reactive Oxygen diproduksi secara alami dalam tubuh yang diketahui penyebab penuaan, penyakit kronik, masalah kulit, dll

Sifat antioksidan pada iar hidrogen menetralisir radikal bebas yang menjadi sumber utama penyebab timbulnya kanker/tumor.  Air Hyrogen Bisa anda dapat dengan mengkonsumsi Izumio air hydrogen 

Karotenoid Obat Infeksi Ginjal 

 

Obat Infeksi Ginjal

Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Pigmen ini
menghasilkan warna kuning cerah, merah, dan oranye pada tanaman, sayuran, dan buah-buhan.

Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi Anda dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Karotenoid adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker.

Manfaat karotenoid khususnya seringkali dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

Pada kanker kulit, karotenoid dapat dipecah vitamin A, nutrisi yang berperan penting untuk melindungi dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Paparan sinar berlebih dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko terbesar dari perkembangan kanker kulit melasma dan melanoma. Sumber karotenoid atau multikaroten terlengkap bisa di dapat pada produk s lutena

Peluang Bisnis Global

Satu-satunya peluang bisnis yang simpel konsep network marketing global. Jaringan referensi tanpa stok produk, tanpa repot login. Pendaftaran Cukup By Phone atau email atau WA.

 

Obat Infeksi Ginjal

 

Bergabung bersama kami, kami promosikan secara online untuk setiap kota

Sebagai distributor Herbal shop Group Online dari Pasarinternet.co.id

Kami Promosikan Khusus

di 1  halaman

Anda mendapatkan 1 halaman promosi untuk wilayah kota nya.

 

Obat Infeksi Ginjal

 

Baca juga kumpulan kesaksian konsumen dan Testimoni Ginjal

 

Obat Infeksi Ginjal

 

%d bloggers like this: