Obat Rematik Yang Aman

Obat Rematik Yang Aman

Obat Rematik Yang Aman

Pengertian Rematik

Rematik atau penyakit yang ditandai dengan nyeri sendi disebut juga rheumatoid arthritis. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Obat Rematik Yang Aman

Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rheumatoid arthritis. Akibatnya, peradangan kronik dan rasa nyeri yang hebat pada sendi-sendi yang terserang terjadi.

Faktor Risiko Rematik

Sampai saat ini penyebab utama seseorang bisa mengidap penyakit rematik belum ditemukan, tetapi faktor genetik dipercaya memiliki peran dalam timbulnya penyakit ini. Faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini, antara lain:

  • Jenis kelamin yaitu wanita.
  • Usia 40-60 tahun.
  • Riwayat di keluarga.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.

Paparan dari lingkungan kerja seperti asbes maupun silika, meskipun sampai saat ini masih sulit untuk dijelaskan secara pasti. Sumber halodoc

Penyebab Rematik

Apa penyebab rheumatoid arthritis (RA)?
Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun. Artinya, penyakit ini disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Sistem imun yang keliru menyerang jaringan sehat di sekitar sendi menyebabkan lapisan tipis sel, alias synovium, menutupi persendian menyebabkan sendi meradang dan bengkak. Synovium juga melepaskan bahan kimia yang akan merusak tulang rawan dan tulang dalam sendi Anda.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, synovium dapat menyebabkan sendi kehilangan bentuknya dan pada akhirnya menghancurkan sendi Anda sepenuhnya.

Meski gangguan autoimun dipercaya sebagai penyebab utama rematik, namun sampai saat ini para peneliti belum mengetahui faktor apa saja yang dapat memicu gangguan tersebut.

Faktor-Faktor Risiko

  • Apa yang meningkatkan risiko saya untuk rheumatoid arthritis (RA)?
    Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rheumatoid arthritis adalah:
  • Jenis kelamin. Wanita berisiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria.
  • Usia. RA dapat terjadi pada usia berapa pun, namun lebih sering terjadi pada usia 40 sampai 60 tahun.
  • Riwayat keluarga. Jika orangtua, saudara kandung, paman, bibi, atau kakek dan nenek Anda terkena penyakit rematik, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.
  • Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan terkena penyakit ini. Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Sumber hellosehat.com

Kapan Harus Ke Dokter ?

Penyakit yang Dapat Ditangani Dokter Reumatologi
Terdapat beragam jenis penyakit yang bisa memengaruhi sendi, otot, tulang, dan jaringan lunak, atau dikenal dengan penyakit rematik. Berikut adalah daftar penyakit yang dapat ditangani oleh dokter reumatologi, seperti:

  • Osteoarthritis.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Asam urat.
  • Nyeri punggung terkait peradangan pada tulang belakang (spondilitis).
  • Fibromyalgia.
  • Rakitis.
  • Tendinitis.
  • Lupus.
  • Demam rematik.
  • Psoriasis arthritis.
  • Skleroderma.
  • Sindrom antifosfolipid.
  • Sindrom Sjögren.
  • Infeksi tulang dan otot.
  • Radang pembuluh darah (vaskulitis).
  • Polimialgia reumatik.

Sebelum pasien bertemu dengan dokter reumatologi, biasanya dokter umum akan melakukan kemungkinan diagnosis dan pemeriksaan awal. Selanjutnya, dokter umum akan merujuk pasiennya ke dokter spesialis reumatologi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut jika diperlukan. Obat Rematik Yang Aman

Prosedur Medis yang Bisa Dilakukan Dokter Reumatologi

Untuk membantu menentukan diagnosis pasiennya, seorang dokter reumatologi biasanya akan meninjau hasil pemeriksaan medis pasien sebelumnya, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis yang lengkap terkait keluhan pasien. Setelah itu, guna memantapkan hasil diagnosisnya, dokter reumatologi juga menyarankan pasien melakukan pemeriksaan penunjang lain, meliputi:

  • Pemeriksaan radiologi: Rontgen, tes kepadatan tulang (bone densitometry), USG, CT-scan dan MRI.
    Pemeriksaan laboratorium: pemeriksaan kerusakan tulang akibat arthritis (anti-cyclic citruallinated peptide antibody/anti-CCP), pemeriksaan protein C-reaktif (C-reactive protein/CRP), pemeriksaan laju endap darah (LED), pemeriksaan darah lengkap, serta analisa cairan sendi.
  • Setelah melakukan diagnosis, dokter reumatologi akan menentukan metode perawatan sesuai kebutuhan pasien.
  • Metode perawatan yang mungkin diberikan meliputi terapi obat-obatan, fisioterapi, serta edukasi gaya hidup sehat.
  • Pada kasus tertentu, dokter reumatologi mungkin akan memberikan obat-obatan yang disuntikkan ke sendi dan jaringan ikat yang bermasalah.

Untuk pasien yang membutuhkan fisioterapi, biasanya dokter reumatologi akan merujuk pasiennya ke dokter spesialis rehabilitasi medik. Perlu diingat, dokter spesialis reumatologi tidak memberikan pengobatan yang bersifat bedah dan lebih melakukan perawatan yang bersifat nonbedah. Obat Rematik Yang Aman

Waktu yang Tepat untuk Mengunjungi Dokter Reumatologi

Seringkali rasa nyeri yang timbul di persendian, otot, dan tulang dapat ditangani langsung oleh dokter umum. Meski begitu, pada keadaan tertentu, Anda harus tetap memeriksakan diri ke dokter reumatologi segera, terlebih jika mengalami gejala berupa:

  1. Timbul rasa nyeri berat di bagian sendi atau otot.
  2. Merasakan pembengkakan dan kemerahan pada satu atau lebih sendi.
  3. Menurunnya fungsi sendi, sehingga Anda kesulitan untuk menggerakkan sendi.
  4. Terdapat perubahan bentuk tulang dan sendi.
  5. Merasakan rasa kaku di sendi dan otot yang membatasi pergerakan Anda dalam beraktivitas.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut dan tidak hilang selama lebih dari dua hari, maka pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter reumatologi. Penanganan cepat dibutuhkan agar gejala tidak bertambah parah dan mengurangi risiko kerusakan sendi yang lebih serius.

Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Bertemu Dokter Reumatologi
Guna mempermudah dokter reumatologi dalam mendiagnosis kondisi Anda, maka Anda perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum bertemu dokter spesialis reumatologi. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda persiapkan:

  • Cari tahu riwayat penyakit keluarga yang mungkin menderita penyakit rematik atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Tulislah alergi yang mungkin Anda miliki dan daftar obat-obatan yang sedang dikonsumsi (termasuk suplemen dan obat-obatan herbal).
  • Catatlah semua gejala dan keluhan yang Anda rasakan secara detail.
  • Bawalah semua hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Selain hal-hal di atas, biaya pengobatan juga perlu dipersiapkan sebelum Anda bertemu dokter reumatologi. Hal ini dikarenakan pengobatan untuk penyakit sendi, otot, tulang, dan jaringan lunak, terkadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. sumber alodokter.com

Rematik Menyerang Orang Dewasa

Ya, penyakit ini lebih sering menyerang orang dewasa. Usia yang biasa terjangkit penyakit ini antara 40 hingga 60 tahun. Jarang sekali kasus rematik terjadi pada anak-anak. Selain itu, pada wanita memiliki risiko dua kali lipat menderita rematik, dibandingakan dengan pria.

Pada penderita rematik, tak hanya menimbulkan kekakuan pada sendi, namun juga menimbulkan rasa sakit, kemerahan, dan bengkak. Obat Rematik Yang Aman

Penyebab Rematik

Rematik disebabkan karena sistem imunitas tubuh yang menyerang sendi. Pada sendi yang terserang akan mengalami peradangan yang akan merusak sendi dan tulang. Ligamen dan otot pun dapat juga mengalami kelemahan yang nantinya dapat mengubah bentuk sendi.

Berikut beberapa faktor penyebab munculnya rematik:

1. Hormon

Para ahli menyimpulkan, kadar hormone perempuan turut meningkatkan risiko rematik. Beberapa wanita mengalami gejala rematik yang meningkat tajam saat sedang hamil dan bisa bertambah parah setelah melahirkan.

Selain itu, kondisi lain yang memicu naiknya kadar hormone pada wanita seperti menyusui atau menggunakan alat kontrol kehamilan hormonal, juga bisa memperbesar kemungkinan rematik.

2.Rokok

Asap pada rokok bisa memengaruhi tingkat keparahan rematik serta efektif atau tidaknya perawatan yang dijalani. Hasil studi dari Arthritis Research and Therapy menemukan, sedikit saja paparan asap rokok bisa meningkatkan risiko rematik.

Hasil studi ini juga menunjukkan kalau merokok setiap hari bisa membuat perempuan berisiko dua kali lebih besar terkena rematik.

3. Obesitas

Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab rematik. Ya, dikarenakan lemak dalam tubuh menghasilkan protein sitokin yang berpotensi memicu radang. Semakin berat tubuh seseorang, rematik yang diidapnya bisa semakin parah. Namun obesitas bukanlah faktor tunggal yang bisa menyebabkan seseorang menderita rematik.

4. Osteoartritis

Osteoartritis merupakan penyakit persendian yang menimbulkan rasa sakit dan terbatasnya pergerakan sendi. Seiring waktu, hal ini bisa menyebabkan keruskan tulang rawan.

Penyakit ini biasanya menyerang berbagai macam persendian seperti jari, leher, kaki, pinggang, lutut, dan pinggul. Penuaan atau bertambahnya usia merupakan faktor umum terjadinya osteoartritis.

Gejala Rematik

Beberapa gejala rematik ini perlu kamu ketahui.- Nyeri sendi.

– Pembengkakan sendi.

– Nyeri sendi bila disentuh atau ditekan.

– Tangan kemerahan.

– Lemas.

– Kekakuan pada pagi hari yang bertahan sekitar 30 menit.

– Demam.

– Berat badan turun.

Penyakit rematik dapat menimbulkan masalah di beberapa sendi dalam waktu yang sama. Pada tahap awal, rematik biasanya mengenai sendi-sendi kecil seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, dan kaki.

Pada perjalanan penyakitnya, selanjutnya akan mengenai sendi bahu, siku, lutut, panggul, rahang, dan leher.
Sumber liputan6.com

Pengobatan Reumatik Secara Alami

Untuk mengobati rematik, umumnya dokter akan memberikan obat antiradang, pereda nyeri, dan obat-obatan lain yang dapat memperlambat atau menghentikan penyakit. Anda biasanya perlu mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Nah, untuk mendukung pengobatan dari dokter, Anda bisa melengkapinya dengan obat rematik alami dari bahan-bahan yang mungkin tersedia di dapur Anda.

Apa saja obat rematik alami yang bisa dicoba sebagai obat herbal
Rematik atau disebut juga dengan istilah rheumatoid arthritis biasanya ditandai dengan kekakuan sendi, terutama di pagi hari. Gejalanya paling terasa pada pergelangan tangan, lutut, atau tangan. Peradangan ini disertai dengan rasa nyeri, panas, dan biasanya disertai dengan pembengkakan pada bagian yang terkena.

Berikut beberapa pilihan obat rematik alami yang bisa digunakan untuk meredakan peradangan serta meredakan gejala rematik.

1. Minyak ikan
Komponen utama dalam minyak ikan adalah lemak sehat yang dibutuhkan tubuh, yakni omega 3. Kim Larson, RD, ahli gizi di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa asam lemak omega 3 paling banyak ditemukan pada ikan tuna dan mackerel. Omega 3 dapat membantu mencegah peradangan kronis dan mengurangi gejala yang berhubungan dengan nyeri sendi.

Asam lemak omega 3 dalam suplemen ini memiliki beberapa efek yang serupa dengan obat antiradang nonsteroidal atau NSAID. Sebuah studi tahun 2013 membuktikan bahwa kelompok peserta yang mengonsumsi minyak ikan mengalami penurunan tingkat rematik yang lebih besar daripada kelompok yang tidak mengonsumsi minyak ikan. Arthritis Foundation merekomendasikan 2,6 gram minyak ikan sebanyak dua kali sehari.

Namun, beberapa minyak ikan mengandung kadar merkuri yang tinggi, jadi konsultasikan pada dokter sebelum memilih suplemen ini. Asam lemak omega 3 juga dapat memperlambat penggumpalan darah, jadi bicarakan dengan dokter Anda tentang pemakaiannya jika Anda sudah memakai obat pengencer darah atau obat tekanan darah.

2. Kunyit
Bahan aktif dalam kunyit, yakni kurkumin, telah terbukti mampu mengurangi pembengkakan dan nyeri pada rematik. Sebuah studi yang dipublikasikan di AAPS Journal menemukan bahwa produk yang terbuat dari kunyit, yang disebut BCM-95, lebih efektif dalam mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada pasien rematik daripada menggunakan obat diklofenak atau obat antiradang yang digunakan untuk meredakan nyeri sendi.

3. Jahe
Jahe sudah banyak digunakan untuk mengatasi segala keluhan dari mulai pilek, gangguan pencernaan, migrain, hingga hipertensi. Jahe dikenal memiliki efek anti peradangan seperti ibuprofen. Jika Anda mengalami mual atau muntah karena pengobatan saat ini, jahe dapat digunakan sebagai obat rematik alami untuk membantu meringankan efek samping tersebut.

4. Ekstrak teh hijau
Teh hijau kaya akan katekin, senyawa yang penting dalam melawan rematik. Studi terbaru dilakukan dengan memantau orang-orang yang menderita rematik mengonsumsi teh hijau selama enam bulan. Para peserta juga mengikuti program latihan yang cukup intensif di mana mereka berjalan di atas treadmill selama 45-60 menit, tiga kali sehari.

Studi tersebut menemukan bahwa teh hijau dan olahraga efektif menurunkan gejala rematik. Akan tetapi, teh hijau bisa bereaksi atau mengurangi kerja obat-obatan tertentu. Karena itu, jangan mengonsumsi obat rematik alami, termasuk teh hijau, di luar pengawasan dokter.

5. Kayu manis
Kayu manis memiliki khasiat melawan peradangan. Biasanya kulit kayu manis dimasukkan dalam makanan atau dibuat teh. Bahan ini bisa mengobati rasa sakit dan nyeri terutama saat cuaca dingin.

Roofener, peneliti analisis fitkomia pada kayu manis, mengatakan kayu manis dapat membantu mengurangi peradangan jika digunakan dalam dosis yang tepat. Penggunaan berlebih yang lebih bisa mengakibatkan penggumpalan darah dan mengganggu kerja obat pengencer darah.

6. Bawang putih
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Food and Chemical Toxicology mencatat bahwa bawang putih memiliki efek antiradang yang cukup baik karena menghambat produksi sitokin, yaitu zat yang berperan dalam peradangan.

7. Lada hitam
Lada hitam digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan secara alami. Menurut data dari Arthritis Foundation, capsaicin, zat yang memberi rasa panas pada cabai digunakan dalam gel dan krim sebagai pengobatan radang sendi. Penelitian yang dipublikasikan pada 2010 dalam jurnal Natural Product Communications menemukan bahwa banyak sifat antiradang yang ditemukan di capsaicin juga ditemukan dalam lada hitam.

 

Pereda Nyeri Sendi dan Tulang (Rematik)!

Obat Rematik Yang Aman

Osteopain merupakan nutrasetika yang terbuat dari kombinasi bahan alami Boswellia Serrata dan curcuminoid jenis BCM 95 yang merupakan solusi terapi untuk mengatasi rasa sakit pada tulang, sendi, lutut, sakit pinggang dan sakit tulang belakang karena syaraf kejepit.

Nyeri sendi adalah rasa sakit pada bagian tubuh yang menghubungkan tulang dengan tulang, menyebabkan pergerakan dan kualitas hidup penderitanya menjadi terganggu. Nyeri sendi bisa berlangsung singkat atau lama. Tingkat keparahan rasa sakitnya juga bervariasi, mulai dari ringan, menengah, hingga berat.

Air Hydrogen Obat Rematik Yang Aman

 

Obat Rematik Yang Aman

 

Hidrogen dapat mengikat radikal bebas pada darah manusia. Gaya hidup yang buruk membuat darah manusia tercampur lemak dan zat radikal bebas.

Zat-zat itu diikat oleh air hidrogen kemudian dibuang melalui air seni. “Radikal bebas adalah salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis seperti jantung, strok, mengobati penyakit dabetes, dan sebagainya.

Antioksidan hidrogen didapat dari proses elektrolisis air mineral. Ia memberikan solusi untuk mendapatkan antioksidan terbaik dengan kemampuan antioksidatif yang tinggi. Berada pada konsentrasi yang tinggi dan mudah sekali diserap oleh sel tubuh dan sel kulit kita.

Air kaya hidrogen adalah air yang tinggi konsentrasi hidrogen di dalamnya. Air Hidrogen membantu mengikat radikal bebas dalam tubuh yang berbentuk reactive oxygen species (ROS).

Reactive Oxygen diproduksi secara alami dalam tubuh yang diketahui penyebab penuaan, penyakit kronik, masalah kulit, dll

Sifat antioksidan pada iar hidrogen menetralisir radikal bebas yang menjadi sumber utama penyebab timbulnya kanker/tumor.  Air Hyrogen Bisa anda dapat dengan mengkonsumsi Izumio air hydrogen 

 

Karotenoid Obat Rematik

Obat Rematik Yang Aman

Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Pigmen ini
menghasilkan warna kuning cerah, merah, dan oranye pada tanaman, sayuran, dan buah-buhan.

Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi Anda dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Karotenoid adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker.

Manfaat karotenoid khususnya seringkali dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

Pada kanker kulit, karotenoid dapat dipecah vitamin A, nutrisi yang berperan penting untuk melindungi dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Paparan sinar berlebih dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko terbesar dari perkembangan kanker kulit melasma dan melanoma. Sumber karotenoid atau multikaroten terlengkap bisa di dapat pada produk s lutena

 

Baca Juga !!! Kumpulan Testimoni Obat Rematik 

 

Peluang Bisnis Global

Satu-satunya peluang bisnis yang simpel konsep network marketing global. Jaringan referensi tanpa stok produk, tanpa repot login. Pendaftaran Cukup By Phone atau email atau WA.

Obat Rematik Yang Aman

Bergabung bersama kami, kami promosikan secara online untuk setiap kota

Sebagai distributor Herbal shop Group Online dari Pasarinternet.co.id

Kami Promosikan Khusus

di 1  halaman

Anda mendapatkan 1 halaman promosi untuk wilayah kota nya.

 

Obat Rematik Yang Aman

 

Baca juga kumpulan kesaksian konsumen dan Testimoni Reumatik

 

Obat Rematik Yang Aman

 

 

%d bloggers like this: