Obat Jantung Koroner

Obat Jantung Koroner

 

Obat Jantung Koroner

Pengertian jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.

Berkurangnya aliran darah ke jantung akan memicu gejala PJK, seperti angina dan sesak napas. Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya, dan memicu serangan jantung.

Arteri koroner adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung. Terdapat dua jenis arteri koroner, yang sama-sama bercabang dari aorta atau pembuluh darah besar, yaitu:

Arteri koroner kiri utama (left main coronary artery/LMCA) – Arteri ini berfungsi mengalirkan darah ke serambi kiri dan bilik kiri jantung. LMCA terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
– Left anterior descending (LAD) – berfungsi mengalirkan darah ke bagian depan dan kiri jantung.

– Circumflex (LCX) – berfungsi mengalirkan darah ke bagian belakang dan sisi luar jantung.

Arteri koroner kanan (right coronary artery/RCA) – Arteri ini mengalirkan darah ke serambi kanan dan bilik kanan. Selain itu, RCA juga mengalirkan darah ke nodus sinoatrial dan nodus atrioventrikular, yang mengatur ritme jantung. RCA terbagi menjadi right posterior descending dan acute marginal artery. Bersama LAD, RCA juga mengalirkan darah ke bagian tengah jantung, dan septum (dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung).
Berdasarkan data WHO, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2015 saja, tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal karena PJK. Sedangkan di Indonesia sendiri, lebih dari 2 juta orang terkena PJK di tahun 2013. Dari jumlah tersebut, PJK lebih sering terjadi pada rentang usia 45-54 tahun. Sumber dari Alodokter.com

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh penumpukan ateroma di dinding arteri. Ateroma terdiri dari kolesterol dan zat sisa hasil metabolisme tubuh.

Ateroma yang terus menumpuk, dapat menyebabkan dinding arteri menebal hingga menyempit. Akibatnya, jantung tidak mendapat cukup asupan darah dan oksigen. Kondisi ini disebut aterosklerosis.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, antara lain:

  • Rokok

Rokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok dapat membebani kerja jantung, dengan memacu jantung bekerja lebih cepat. Kedua senyawa tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.

Senyawa lain dalam rokok juga dapat merusak dinding arteri jantung dan menyebabkan penyempitan. Oleh karena itu, risiko terserang penyakit jantung pada perokok hampir 25 persen lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok.

Diabetes menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan menghambat aliran darah. Penderita diabetes diketahui 2 kali lipat lebih berisiko terserang penyakit jantung koroner.

  • Trombosis

Trombosis adalah bekuan darah yang dapat terbentuk di pembuluh darah vena atau arteri. Bila terbentuk di arteri, akan menghambat aliran darah ke jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Salah satu faktor pemicu hipertensi adalah konsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi. Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

  • Kadar kolesterol tinggi

Kolesterol adalah lemak yang dihasilkan oleh hati, dan penting bagi proses pembentukan sel sehat. Meskipun demikian, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Kolesterol terbagi dua, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). LDL inilah yang dapat menumpuk di dinding arteri dan memicu penyempitan. Pada orang dewasa yang sehat, kadar LDL yang normal dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dL. Sedangkan bagi individu berisiko mengalami penyakit jantung koroner, kadar LDL disarankan di bawah 100 mg/dL. Batas maksimal kadar LDL akan lebih rendah lagi bagi mereka yang sudah menderita penyakit jantung atau diabetes, yaitu di bawah 70 mg/dL.

  • Berat badan berlebih

Seseorang dengan berat badan berlebih atau obesitas berisiko terserang penyakit jantung koroner.

  • Kurang beraktivitas

Aktivitas fisik seperti olahraga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah, mencegah obesitas, serta membantu menurunkan tekanan darah.

  • Pola makan tidak sehat

Risiko penyakit jantung koroner dapat meningkat akibat pola makan yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula atau garam tinggi, atau makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.

  • Riwayat kesehatan keluarga

Risiko PJK meningkat pada seseorang yang memiliki keluarga dengan penyakit jantung.

  • Jenis kelamin

Umumnya, PJK lebih banyak menyerang pria dibanding wanita. Namun demikian, risiko terkena penyakit yang sama akan meningkat pada wanita pasca menopause.

  • Usia

Makin tua usia seseorang, makin tinggi risikonya terserang penyakit jantung koroner. Penyakit ini lebih sering menimpa pria usia lebih dari 45 tahun dan wanita lebih dari 55 tahun.

  • Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah sekelompok penyakit yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

  • Sleep apnea

Sleep apnea yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, dan stroke.

  • Stres

Penelitian menunjukkan, stres dalam berbagai lingkup kehidupan, dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner. Stres juga dapat memicu faktor risiko lain. Sebagai contoh, stres dapat memicu seseorang merokok atau makan berlebihan.

  • Alkohol

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat merusak otot jantung, dan memperburuk kondisi seseorang dengan faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti hipertensi dan obesitas.

  • Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi yang terjadi dalam masa kehamilan, ditandai dengan hipertensi dan kadar protein tinggi dalam urine. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pada jantung, termasuk PJK.

Tanda-tanda dan gejala penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di jantung akibat penumpukan plak. Berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda mengalami gejala jantung koroner.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah?
Penyakit jantung merupakan penyakit mematikan. Oleh karenanya, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung jika mengalami beberapa gejala berikut:

  • Nyeri dada yang menjalar hingga ke punggung, dagu, tenggorokan, atau lengan.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Mual.
  • Pusing dan lemas.
  • Berkeringat.

Cepat lelah atau muncul keluhan sesak atau nyeri dada setelah melakukan aktivitas fisik, misalnya setelah naik tangga atau berolahraga.

Jika merasakan gejala-gejala di atas, segeralah mengunjungi dokter spesialis jantung. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung berisiko tinggi menimbulkan kematian. Anda juga disarankan memeriksakan diri jika memiliki faktor risiko, seperti obesitas dan diabetes. Penanganan segera dapat mengurangi kerusakan yang lebih parah terhadap jantung.

Yang Harus disiapkan Sebelum Bertemu Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Banyak orang tidak menyadari terkena serangan jantung, karena serangan jantung acapkali dianggap keluhan biasa, seperti sakit maag atau masuk angin. Banyak juga yang menyepelekan rasa nyeri di dada, padahal nyeri tersebut sudah berlangsung selama 30 menit dan terasa sangat menyakitkan.

Mendapat diagnosis penyakit jantung bisa jadi mengejutkan bagi sebagian orang. Namun, bukan berarti Anda harus menjadi takut untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Kesiapan mental dan dukungan keluarga sangat penting dalam keberhasilan pengobatan. Selain dua hal tersebut, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan biaya yang diperlukan untuk pemeriksaan, tes kesehatan, dan tindakan medis dokter spesialis jantung. Biaya yang dikeluarkan mungkin tidak murah, sehingga dibutuhkan kesiapan finansial.

Untuk itu, Anda disarankan untuk mencatat keluhan terkait penyakit jantung, seperti kapan keluhan muncul, area mana yang terasa sakit, berapa lama nyeri bertahan, dan sejak kapan keluhan tersebut muncul. Dokter spesialis jantung juga akan meminta Anda untuk menceritakan gaya hidup Anda, seperti pola makan dan rutinitas olahraga, juga kebiasaan merokok. Informasi yang jelas dan lengkap dapat memudahkan dokter spesialis jantung untuk menentukan diagnosis yang tepat.

1. Nyeri dada (angina)
Angina adalah nyeri dada yang terjadi ketika area otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Angina akan terasa seperti rasa menekan pada dada, yang biasanya akan dirasakan ketika Anda terlalu banyak beraktivitas.

Selain pada dada, rasa nyerinya juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Menurut American Heart Association, wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang menyebabkan rasa sakit secara khusus di perut bagian bawah dan bagian bawah dada.

Namun perlu diingat juga, tidak semua nyeri dada adalah gejala jantung koroner. Nyeri dada akibat angina juga dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual
Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu keluarnya keringat berlebih dan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian muncul sebagai suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Sesak napas
Jantung yang tidak berfungsi normal akan berimbas pada kelancaran pernapasan penderitanya, sehingga membuat Anda rentan mengalami sesak napas. Sesak napas gejala penyakit jantung biasanya mungkin terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Kapan Harus Ke Dokter 

Penyakit Jantung Menurut Dokter Jantung: Pahami Serangan Jantung
Sebagai Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, dr. Andriga Dirgantomo, Sp.JP, FIHA menyatakan bahwa perlunya diwaspadai serangan jantung yang bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu, sangat penting untuk mendeteksi penyakit jantung sedini mungkin. Serangan jantung ini terjadi karena terhentinya atau berkurangnya secara signifikan pasokan darah ke otot jantung secara mendadak sebagai akibat dari menyempit ataupun tersumbatnya pembuluh koroner oleh gumpalan darah. Serangan jantung ini menimbulkan beberapa efek diantaranya:

  • Efek pada jantung: kerusakan otot jantung dan kelainan irama jantung atau henti jantung mendadak.
  • Efek pada tubuh: kerusakan organ karena kurang pasokan darah.
  • Dokter Andriga juga menjelaskan mengenai kematian jantung mendadak yang merupakan
  • kematian yang terjadi dalam beberapa menit sampai 1 jam setelah terjadi simptom (gejala).

Penyebab utamanya adalah kelainan jantung. Kematian jantung mendadak ini termasuk ke dalam kematian yang tidak disaksikan (unwitness). “Kelainan Jantung mungkin sudah diketahui namun waktu dan cara kematian tidak bisa diprediksi,”tandasnya.

Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan jantung untuk meminimalisir terjadinya penyakit jantung atau untuk pengobatan jantung koroner serta terapi stroke. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros didukung oleh dokter jantung serta dokter bedah jantung handal untuk melakukan operasi jantung, serta angiografi (kateter jantung). Untuk pencegahan, kami memfasilitasi pemeriksaan fisik jantung melalui tes treadmill jantung, EKG (elektrofisiologi), pemeriksaan jantung elektrofisiologi. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis jantung. Temukan jadwal dokter jantung kami di sini. Sumber awalbros.com

Diagnosis Penyakit jantung Koroner

Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, serta memeriksa faktor risiko yang dimiliki pasien. Bila pasien berisiko terserang penyakit jantung koroner (PJK), dokter akan memeriksa tekanan darah pasien.

Dokter juga akan menjalankan tes darah, untuk mengukur kadar kolesterol pasien. Agar didapat hasil yang akurat, pasien akan diminta berpuasa 12 jam sebelum tes dilakukan.

Kemudian, untuk memastikan diagnosis, dokter akan menjalankan beberapa metode pemeriksaan yang meliputi:

  • Elektrokardiografi (EKG)

EKG bertujuan merekam aktivitas listrik jantung pasien. Melalui EKG, dokter dapat mengetahui apakah pasien pernah atau sedang mengalami serangan jantung. EKG juga dapat membantu dokter mengetahui detak dan irama jantung pasien tergolong normal atau tidak.

Pada sejumlah kasus, dokter akan menyarankan pasien menjalani Holter monitoring. Sama seperti EKG, pemeriksaan ini bertujuan merekam aktivitas listrik jantung. Bedanya, pasien akan memakai perangkat kecil yang disebut monitor Holter. Alat tersebut akan dikalungkan di dada pasien, selama pasien beraktivitas dalam 24 jam.

  • Foto Rontgen

Foto Rontgen di bagian dada dapat dilakukan guna melihat kondisi jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Melalui foto Rontgen dada, dokter dapat mengetahui bila ukuran jantung membesar atau terdapat gangguan pada paru-paru.

  • CT scan dan MRI scan

Dua tes pencitraan ini dapat dilakukan untuk melihat kondisi jantung dengan lebih detail, yang tidak dapat terlihat pada pemeriksaan foto Rontgen. Pemeriksaan ini juga bisa memperlihatkan bila ada penumpukan kalsium di pembuluh darah, yang dapat memicu penyakit jantung koroner.

  • Uji tekanan (stress test)

Bila gejala yang dialami pasien lebih sering muncul saat sedang beraktivitas, dokter akan menyarankan uji tekanan. Tes ini bertujuan mengukur kerja jantung pasien ketika beraktivitas.

Dalam uji tekanan, pasien akan diminta berjalan di treadmill, atau mengayuh sepeda statis, sambil menjalani pemeriksaan EKG di saat yang bersamaan. Pada saat pasien tidak dapat beraktivitas, dokter akan memberi obat untuk meningkatkan detak jantung sambil menjalankan tes MRI.

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara (seperti USG), untuk menampilkan gambaran jantung pasien di monitor. Selama ekokardiografi dilakukan, dokter dapat memeriksa, apakah semua bagian dinding jantung berfungsi baik dalam memompa darah.

Dinding jantung yang bergerak lemah, bisa disebabkan oleh kekurangan oksigen, atau adanya kerusakan akibat serangan jantung. Hal tersebut bisa menjadi tanda PJK.

  • Pemeriksaan enzim jantung

Pemeriksaan enzim jantung dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, untuk diperiksa di laboratorium. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui kadar troponin T dalam darah pasien.

Troponin adalah protein yang dihasilkan sel jantung yang mengalami kerusakan. Pada seseorang yang terkena serangan jantung, kadar troponin akan meningkat dalam 3-12 jam setelahnya. Kadar troponin akan mencapai puncaknya dalam 1-2 hari, dan kembali normal setelah 5-14 hari.

Kadar troponin terkait secara langsung dengan tingkat kerusakan otot jantung. Dengan kata lain, makin tinggi kadar troponin dalam darah, makin parah pula kerusakan jantung yang dialami.

  • Pemeriksaan radionuklir

Pemeriksaan radionuklir digunakan untuk membantu mengukur aliran darah ke otot jantung, saat beristirahat dan saat beraktivitas. Tes ini hampir sama seperti uji tekanan, yaitu dengan meminta pasien berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis. Bedanya, tes ini dapat menunjukkan informasi yang lebih lengkap dengan menampilkan gambar jantung pasien.

Sebelum tes dilakukan, pasien akan disuntikkan zat radioaktif yang disebut isotop. Bila pasien tidak dapat berjalan di treadmill atau menggunakan sepeda statis, dokter akan memberikan obat untuk meningkatkan detak jantung pasien. Kemudian, kamera akan diarahkan ke dada pasien, dan menangkap gambar saat isotop mengalir ke jantung.

  • Kateterisasi jantung dan angiografi koroner

Katerisasi jantung bertujuan untuk melihat kondisi jantung, dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lengan atau paha untuk diarahkan ke jantung. Kemudian, dokter akan menjalankan prosedur angiografi koroner. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan kontras, dan menggunakan foto Rontgen untuk melihat aliran darah menuju jantung. Melalui angiografi koroner, dokter dapat mengetahui bila ada penyumbatan di pembuluh darah.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Cara Mencegah Serangan Jantung Menurut Dokter Jantung Rumah Sakit Awal Bros
Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat. Kebiasaan sehat harus mulai diterapkan untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut ini adalah beberapa yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung, yaitu:

  • Stop Merokok
  • Memilih makanan sehat
  • Mengurangi lemak total
  • Meningkatkan asupan buah, sereal dan sayuran
  • Mengurangi total asupan kalori
  • Mengurangi asupan garam dan alkohol
  • Konsultasikan ke dokter ahli gizi
  • Meningkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, 3-4x/minggu
  • Kurangi Kelebihan Berat Badan
  • Diet dan aktivitas fisik
  • Target indeks massa tubuh (BB/TB2) <25 kg/m2

Kegemukan sentral (lingkar pinggang>>):

  • Pria > 94 cm
  • Wanita > 80 cm
  • Tekanan darah
  • Target <140/90 mmHg
  • Mengubah pola hidup, terapi obat
  • Kadar lemak darah. Target lemak darah yang baik adalah: Total kolesterol <190 mg/dL. Kolesterol
  • LDL <100 mg/dL. HDL >40 mg/dL. Trigliserida <180 mg/dL meningkatkan risiko.
  • Glukosa darah. Target gula darah yang baik adalah: Puasa 91 – 120 mg/dL. Post prondial 136 –
  • 160 mg/dL. HbA1C < 7 %.
  • Skrining keluarga dekat. Keluarga dekat pasien dengan PJK prematur (pria < 55 tahun dan wanita < 65 tahun)

Cara Pengobatan Penyakit Jantung

Penanganan penyakit jantung koroner (PJK) umumnya melibatkan perubahan pola hidup yang dapat dikombinasikan dengan obat-obatan atau prosedur medis. Menjalani pola hidup sehat dapat meningkatkan kesehatan jantung. Contohnya adalah:

  1. Berhenti merokok.
  2. Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol.
  3. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  4. Mengurangi stress.
  5. Menjaga berat badan ideal.
  6. Berolahraga secara teratur.

Dokter juga akan meresepkan beberapa jenis obat untuk menangani penyakit jantung koroner, antara lain:

Pengencer darah Dokter dapat meresepkan pengencer darah jenis antiplatelet, kecuali pada pasien dengan gangguan pembekuan darah. Antiplatelet dapat membantu mencegah pembekuan darah, dan menurunkan risiko angina serta serangan jantung. Contoh obat ini adalah aspirin dan clopidogrel.

Statin Statin berfungsi menurunkan kolesterol tinggi, dengan membuang LDL dari darah, sehingga memperlambat perkembangan penyakit jantung. Contoh obat statin yang biasa diresepkan adalah atorvastatin dan simvastatin.

Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors) – Jenis obat ini digunakan untuk mengobati hipertensi, di antaranya captopril dan enalapril.

Angiotensin II receptor blockers (ARB) Fungsi obat ini sama seperti ACE inhibitors, yaitu mengatasi hipertensi. Contohnya adalah valsartan dan telmisartan.

Penghambat beta (beta blockers) – Obat ini berfungsi mencegah angina dan mengatasi hipertensi. Contohnya adalah bisoprolol dan metoprolol.

Nitrat Nitrat berfungsi melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung meningkat, dan jantung tidak memompa darah lebih keras. Salah satu jenis nitrat adalah nitrogliserin.
Antagonis kalsium – Obat ini bekerja melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah menurun. Contohnya adalah verapamil dan diltiazem.

Diuretik Jenis obat ini bekerja mengurangi kadar air dan garam dalam darah melalui urine, dan melebarkan pembuluh darah agar tekanan darah menurun.

Bila obat sudah tidak efektif untuk mengatasi gejala yang dialami, pasien akan disarankan untuk menjalani operasi. Dokter juga akan menjalankan operasi bila penyempitan pembuluh darah disebabkan oleh penumpukan ateroma. Sejumlah tindakan yang dilakukan, antara lain:

  • Pasang ring jantung

Pasang ring jantung atau angioplasti koroner dilakukan dengan memasukkan kateter ke bagian arteri yang mengalami penyempitan. Kemudian, dokter akan mengembangkan balon kecil melalui kateter untuk melebarkan arteri yang menyempit. Dengan demikian, aliran darah dapat kembali lancar. Ring (stent) akan dipasang di arteri guna mencegah penyempitan kembali.

Prosedur ini dapat dilakukan secara terencana pada pasien dengan gejala angina, atau sebagai tindakan darurat pada seseorang yang mengalami serangan jantung.

  • Bypass jantung

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh lain, untuk ditempel (dicangkok) ke bagian antara pembuluh darah besar (aorta) dan arteri, dengan melewati area yang menyempit. Dengan begitu, darah akan mengalir lancar melalui rute baru tersebut.

Bypass jantung dilakukan dengan membedah dada pasien. Oleh karena itu, prosedur ini umumnya hanya dilakukan bila terdapat lebih dari satu arteri yang tersumbat.

  • Transplantasi jantung

Tindakan ini dilakukan jika kerusakan jantung sudah sangat parah, dan sudah tidak dapat lagi diatasi dengan obat. Tranplantasi jantung dilakukan dengan mengganti jantung yang rusak, dengan jantung yang sehat dari pendonor.
Sumber alodokter.com

 

Nutrasetika Pack 

Cardio & Neuro Health Nutrasetika Pack 

Obat Jantung Koroner

Adalah paket antioksidan dan omega 3 yang berperan untuk melindungi Anda yang memiliki risiki penyakit jantung dan pembuluh darah (jantung koroner dan stroke) yang disebabkan oleh faktor gaya hidup atau keturunan.

Terdiri dari kombinasi 2 jenis antioksidan dan omega 3 yaitu Magozai dan Asta-Cardix (astaxanthin dan minyak ikan).

Kedua produk tersebut memiliki kandungan bahan alam yang bekerja secara sinergis untuk mengurangi risiko penyakit pembuluh darah dan jantung. Konsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung Anda.

 

Air Hydrogen Obat Penyakit  Jantung Koroner

Obat Jantung Koroner

 

Hidrogen dapat mengikat radikal bebas pada darah manusia. Gaya hidup yang buruk membuat darah manusia tercampur lemak dan zat radikal bebas.

Zat-zat itu diikat oleh air hidrogen kemudian dibuang melalui air seni. “Radikal bebas adalah salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis seperti jantung, strok, mengobati penyakit dabetes, dan sebagainya.

Antioksidan hidrogen didapat dari proses elektrolisis air mineral. Ia memberikan solusi untuk mendapatkan antioksidan terbaik dengan kemampuan antioksidatif yang tinggi. Berada pada konsentrasi yang tinggi dan mudah sekali diserap oleh sel tubuh dan sel kulit kita.

Air kaya hidrogen adalah air yang tinggi konsentrasi hidrogen di dalamnya. Air Hidrogen membantu mengikat radikal bebas dalam tubuh yang berbentuk reactive oxygen species (ROS).

Reactive Oxygen diproduksi secara alami dalam tubuh yang diketahui penyebab penuaan, penyakit kronik, masalah kulit, dll

Sifat antioksidan pada iar hidrogen menetralisir radikal bebas yang menjadi sumber utama penyebab timbulnya kanker/tumor.  Air Hyrogen Bisa anda dapat dengan mengkonsumsi Izumio air hydrogen 

Obat Jantung Koroner

 

Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Pigmen ini menghasilkan warna kuning cerah, merah, dan oranye pada tanaman, sayuran, dan buah-buhan.

Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi Anda dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Karotenoid adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker.

Manfaat karotenoid khususnya seringkali dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

Pada kanker kulit, karotenoid dapat dipecah vitamin A, nutrisi yang berperan penting untuk melindungi dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Paparan sinar berlebih dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko terbesar dari perkembangan kanker kulit melasma dan melanoma. Sumber karotenoid atau multikaroten terlengkap bisa di dapat pada produk s lutena

 

Baca Juga !! Kumpulan testimoni obat herbal jantung

 

Peluang Bisnis Global

Satu-satunya peluang bisnis yang simpel konsep network marketing global. Jaringan referensi tanpa stok produk, tanpa repot login. Pendaftaran Cukup By Phone atau email atau WA.

 

Obat Jantung Koroner

 

Bergabung bersama kami, kami promosikan secara online untuk setiap kota

Sebagai distributor Herbal shop Group Online dari Pasarinternet.co.id

Kami Promosikan Khusus

di 1  halaman

Anda mendapatkan 1 halaman promosi untuk wilayah kota nya.

 

Obat Jantung Koroner

Baca juga kumpulan kesaksian konsumen dan testimoni diabetes

 

Obat Jantung Koroner

%d bloggers like this: